Bedah Film Bersama Putri Ayudya

Resensi sendiri adalah salah satu Komunitas literasi yang berbeda dengan komunitas literasi lainnya. Yang mana Anggotanya (Resentor) membedah 6 Buku berbeda dalam seminggu dengan tema sesuai kesukaan dan background dari masing masing resentor dan itu rutin dilaksanakan. untuk membuat Suasana berbeda pula maka diadakannya Beda film dan diskusi perfilman tersebut. Tutur Al Ghazali Selaku Inisiator acara ini. Putri selaku narasumber merupakan Anggota Tagana Indonesia sehingga kegiatan ini dihadiri pula kelompok pemuda Tagana Sulbar.
Diskusi terlebih dahulu dibuka dengan pembacaan puisi dari penyair Mamuju Syafri Arifuddin Masser sebelum moderator Fadli mengambil alih jalannya diskusi. Diskusi ini sangat atraktif. Putri Ayudya memaparkan bagaimana kriteria film yang baik dan beberapa problem dalam hal perfilman serta berbagi pengalaman sebagai orang yang mendalami seni peran. Di sela diskusi yang berlangsung antusias oleh para audiens putri memberikan ilustrasi perihal bagaimana cara melihat film yang baik yang diangkat dari buku. Putri juga mengkritik industri dalam dunia film yang sudah sangat kapital. Dia memberikan contoh. Dalam beberapa film terdapat iklan terselubung seperti iklan coklat di Rudi Habibie dan iklan kosmetik di film yang serupa. Dan terakhir, putri memberikan motivasi pada sineas Mamuju dan content creator agar terus berkarya dan mulailah dari apa yang anda sukai, "selama itu positif. Karena passion tidak ada matinya". Ucap putri. (Ardiansyah_HumasResensi)
*Artikel yang sama diterbitkan di Resensi.co.id
0 komentar